oleh

Ridaya Laode Ngkowe : Koordinasi Tidak Ada Percuma Reshuffle

Jakarta, Kicaunews.com – Memang secara umum kinerja Kabinet lumayan. Presiden Joko Widodo terpilih karena ekspektasi yang begitu tinggi. Tahun 2015 target RPJM menteri-menteri tidak begitu baik. Tidak semua orang kepekaan yang sama. Ada ekspektasi yang belum dicapai, ada kelompok-kelompok yang belum dapat atau pengangguran politik kata Pemerhati Masalah Korupsi Ridaya Laode Ngkowe dalam diskusi dengan topik ” Reshuffle (Jadi) Lagi? di Gado-Gado Boplo Jl. Gereja Theresia Menteng Jakarta, sabtu (19/3).

Ridaya melanjutkan realitas politik seperti itu. Pengangguran politik sampai ke media bisa menjadi gelombang imbuhnya. Presiden Joko Widodo juga berhitung, investasi membutuhkan stabilitas politik. Kembali kepada zaken kabinet yakni kabinet kerja. Perlunya evaluasi kabinet tahunan.
Dia (Presiden) punya kesempatan merombak kabinet 4-5 menteri. Menteri-Menteri dikoreksi saja ucapnya.

Soal sinkron parameter menteri yang tidak mudah. Terus mengkotak- kotak akan terus-terusan. Kita harus akui masalah ada di level koordinasi. Kalau koordinasi ada bisa lebih baik. Koordinasi diperbaiki ujar Ridaya.

Tekanan direshuffle kabinet padahal kinerja Menterinya baik tapi dukungan politik kurang. Terlalu mengakomodir tidak baik juga. Menteri-Menteri yang berkinerja bagus non partai harusnya didukung Presiden. Presiden harus melakukan analisis problem koordinasi tidak ada, percuma reshuffle tandasnya. (Sunarto)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru