oleh

Migrant Care : Belum Maksimal Dari Negara Dalam Melindungi Buruh Migran

Jakarta, kicaunews.com — Buruh migran menjadi paling utama. Karena sepirit hari perempuan internasional melahirkan elemen masyarakat sipil Migrant Care. Negara Indonesia meratifikasi buruh migran. Kita masih melihat upaya belum maksimal dari Negara dalam perlindungan buruh migran kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam diskusi mempringati hari perempuan internasional di resto Warung Daun Cikini Jakarta, senin (7/3).

Anis melanjutkan Parlemen memasukkan agenda revisi undang-undang buruh migran. Kajian kebijakan yang kita kaji hampir tak satupun berpijak hak azasi manusia (HAM) dan anti HAM ujar Anis. Buruh migran menunggu kapan negara hadir. Kita mengidentifikasi gap peraturan kebijakan.

Anis menegaskan kebijakan pemerintah harus berbasis HAM. Perda Lembata (NTT) dan Perda Krandegan (Kab Kebumen) melindungi buruh migran. Ada inisiatif daerah membangun buruh migran yang aman. Bukan terus menerus menempatkan buruh migran sebagai komoditas cetus Anis. (Sunarto)

editot : Rahmat Saleh

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru