oleh

Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto : Presiden Punya Otoritas Mengganti Menteri, Kalau Tidak Sejalan Bisa Diganti

Jakarta, Kicaunews.com – Bahwa perdebatan sesama menteri sehat, positip untuk mendapat tujuan positip. Relasi pimpinan menteri dan Presiden harus dipikirkan. Aspek manajerial tau posisi masing-masing. Aspek leadership menteri bawahan Presiden dan tidak bisa melangkahi presiden.Fatsun batasan Presiden memberikan instruksi ujar Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto dalam diskusi yang diadakan oleh Populi Center dan Smart FM Network membahas dalam persfektif Indonesia dengan topik ” Para Menteri Bertikai, Apa Langkah Presiden Jokowi” di Gado-Gado Boplo Jl. Gereja Theresia Menteng Jakarta, sabtu (5/3).

Erwan melanjutkan ini pantas, ini tidak pantas. Tidak setuju bagaimana cara pantas, ini menteri adalah panutan masyarakat ucap Erwan. Cara komunikasi karena percaya diri tinggi sebagai orang profesional. Di dalam perdebatan kabinet tidak masalah tapi kalau di depan publik jadi masalah. Manejerial koordinasi leadership menggunakan kewibawaannya memberikan direksien.

Presiden punya otoritas mengganti menteri, kalau tidak sejalan bisa diganti. Saya kira saat ini dibutuhkan sinergi antar menteri untuk menjaga stabilitas politik. Saatnya Presiden menunjukkan leadership. Teguran sudah disampaikan kalau tidak diikuti arahan diultimatum. Presiden jangan buat statement tapi presiden buat keputusan menunjukkan kualitasnnya. Keputusan tidak ragu-ragu apalagi tidak ada latar belakang partai politik ujar Erwan.

Presiden harus tegas, mempercayai orang-orang disekitar diberi mandat menyelesaikan, jangan langsung ke presiden dan jangan membebani Presiden. Teguran diberikan kepada Menteri Senior (Menko) untuk menyelesaikan kegaduhan antar menteri kalau tidak bisa juga terus ke Wapres untuk menyelesaikannya. Pembantu tugasnya membantu tinggal bagaimana dibereskan urusan manajerialnya cetus Erwan. (Sunarto).

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru