oleh

KOMNASHAM Gelar Diskusi : Jokowi Kenapa Tak Urus HAM Papua

Jakarta, kicaunews.com — Dalam rangka mengingatkan (kembali) Pemerintahan Jokowi utk memprioritaskan masalah HAM & kemanusiaan di tanah Papua, Komnas HAM & Honai Center menggelar diskusi publik dgn judul “Jokowi, Kenapa (Tak) Urus HAM Papua”, yg akan dilaksanakan pada Jumat, 4/3 bertempat di ruang Pleno Utama (lantai 3) Gedung Komnas HAM, Jl. Latuharhary No.4B Menteng Jakarta Pusat.

Pemerintahan Jokowi sempat merespon serius fenomena ini, Kementerian Polhukam telah menyampaikan delapan kebijakan pokok jokowi terhadap Papua yang harus menjadi acuan kementrian di bawah kabinet kerja yaitu masalah papua harus di selesaikan melalui pendekatan pembangunan dan kesejahteraan.

Kekerasan di Papua di selesaikan melalui pemberian grasi dan membangun papua tanpa konflik. Mewujudkan pemerintahsn yang bersih, transparan dan mempunyai kontrol terhadap prioritas, mengutamakan pelayanan publik kepada masyarakat. Menjadikan Papua sebagai daerah terbuka. Memprioritaskan pembangunan sistem ganda, akselerasi pembangunan infrastruktur khususnya membuka isolasi di daerah dan mencanangkan kabupaten Merauke sebagai lumbung padi nasional dan mengembangkan pelabuhan serta dermaga perikanan.

Sayangnya komitmen pmerintahan Jokowi dalam mengatasi problema di  bumi Papua kembali di pertanyakan, pasalnya kehadirannya di tengah warga Papua hanya sebatas mengurus infrastruktur pembangunan,fokus ini telah mengabaikan kebutuhan mendasar masyarakat Papua akan tegaknya Hak Azazi Manusia.l

Narasumber yang hadir adalah Luhut B. Panjaitan (Menkopolhukam), Nur Kholis (Komnas HAM), Siti Noor Laila (Pelapor Khusus Komnas HAM utk isu Pembela HAM), Dr. Budi Hernawan (Peneliti Elsam), Abdurrahman Wahid (Center UI), Markus Haluk (Anggota Tim Kerja ULMWP di Papua), Martinus Yaung (Pengamat Hukum Univ. Cendrawasih). (A.Widhy)

Editor : Rahmat Saleh

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru