oleh

Merasa Dirugikan Pemberitaan Harian Tempo GPII Mendatangi Gedung Dewan Pers

Jakarta, Kicaunews.com – Merasa dirugikan oleh pemberitaan harian Tempo rombongan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang dipimpin ketua umum Karman BM mendatangi Gedung Dewan Pers Jl. Kebon Sirih 32-34 Jakarta, rabu (2/3). Rombongan diterima Dewan Pers yang diwakili oleh Sabam Leo Batu Bara dan Ismanto Sukadi.

Dalam paparannya di hadapan Dewan Pers Karman menyatakan menurut kami berita Tempo sangat merugikan secara kelembagaan. Dan kami mendapat telpon dari kader seluruh Indonesia. GPII tidak terlibat gerakan ISIS dan tidak ada hubungan idiologis dengan ISIS. Meminta Dewan Pers memanggil media Koran Tempo untuk mengklarifikasi terkait adanya berita fitnah tersebut yang merugikan eksistensi GPII. Tidak menjadikan blunder dan tidak menyudutkan GPII imbuhnya.

Karman melanjutkan pemberitaan di Harian Tempo tanggal 27,28 Pebruari 2016 kolom nasional halaman 5 dengan judul berita Ceramah Ahad di As-Syuhada. Tertulis di harian Tempo : Nanang mengakui bahwa Syamsudin sedari awal memang pendukung ISIS. Hal itu diketahuinya saat Syamsudin bersama 500.anggota GPII lainnya, pada maret 2014, melakukan long march dari Al-Fataa ke Bunderan Hotel Indonesia untuk mendukung ISIS.

Klarifikasi GPII tulisan diatas : Pembrangkatan dari Masjid Al-Fataa dengan jumlah 500-an orang. Tidak ada maksud saya mereka adalah anggota GPII. Tidak ada kader GPII ikut di dalamnya. Yang saya (Nanang) maksud dengan 500-an orang adalah jamaah yang ikut long march itu.

Karman melanjutkan tulisan Jejak-jejak Syamsudin Uba diklarifikasi : penyelengara diskusi itu adalah LSM Pergerakan Anti Terorisme Indonesia (PATI) bukan GPII.

Sebelum ke Dewan Pers, GPII telah berkirim surat kepada Pimpinan Redaksi Harian Tempo untuk klarifikasi tapi belum ada tanggapan sampai saat ini ujarnya.

Dewan Pers yang diwakili Leo Batu Bara dalam paparannya persoalan ini bisa selesai cepat bisa selesai lama. Dipertemukan silang pendapat permasalahan. Kalau tidak sepakat dibawa ke rapat pleno Dewan Pers. Kami berusaha cukup terbuka dan melindungi pihak yang dizolomi. Opini menghakimi tidak boleh dan yang boleh menghakimi adalah hakim. Sumber berita harus jelas dan kredibel. Selasa atau rabu sangat mungkin Tempo kami panggil tutup Leo. (Sunarto)

Baca juga :  Demi Pengembangan Literasi, Kepala Madrasah ini Tukangi Sendiri Pembangunan Pondok Baca di Madrasahnya

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru