oleh

Jika Seluruh Walikota dan Bupati Mempraktikkan “5 Resep Ampuh” Ini, Indonesia Akan Dahsyat !

Jakarta, Kicaunews.com – Seiring dengan Undang – Undang Otonomi Daerah yang menjadikan para Walikota dan Bupati sebagai pemegang peranan terpenting dalam pembangunan Kota/Kabupatennya, maka sudah selayaknya setiap Walikota/Bupati memiliki idealisme dan pemahaman yang utuh, akan pentingnya paradigma yang positip, dalam membangun daerahnya. Untuk itu saya akan mengulas mengenai “5 Resep Ampuh” yang bisa menjadikan pembangunan di Indonesia akan semakin “bergeliat” dan menjadikan Indonesia lebih “dahsyat” dalam kancah Internasional.

Inilah “5 Resep Ampuh” tersebut ;

1. Fokus pada Solusi, Jangan Fokus pada Masalah

Saya yakin semua Kepala Daerah tidak ada yang tidak ingin daerahnya maju. Maka jangan sampai hal-hal yang menjadi penghambat kemajuan daerahnya “didiamkan” tanpa usaha extra untuk mengatasinya. Sebagai contoh, ada salah seorang Bupati yang bertanya pada saya ; “Mas Hamry, bagaimana saya mau mengimplementasikan E-Government di daerah saya yang terpencil, jauh di Luar Jawa ini, sedangkan pasokan listrik hanya menjangkau 10% masyarakat kami ? Dan PLN tidak mau menambah pembangkit listrik dengan berbagai alasan ! Harusnya Pemerintah Pusat yang turun dan bantu kami !”

Jawaban Sang Bupati tersebut ada betulnya, namun banyak salahnya  Bagaimana tidak salah ? Sejak mereka mencalonkan diri menjadi Bupati, tentunya sudah mengetahui aneka permasalahan di daerahnya termasuk minimnya pasokan listrik, lalu setelah menjabat, mengapa justru mengeluh dan hanya mengandalkan bantuan Pemerintah Pusat ? Sudahkah Sang Bupati mengetahui akar permasalahannya mengapa PLN tidak mau menambah pembangkit listrik di daerahnya ? Jika masyarakatnya dianggap kurang mampu untuk membayar listrik, otomatis PLN akan merugi, nah jadi seharusnya Sang Bupati membuat suatu konsep peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi rakyatnya, seperti pembuatan sentra ekonomi padat karya, pendirian pabrik pengolahan SDA andalan, dan pendirian aneka industri, kemudahan investasi, mempercepat perijinan usaha, transparansi pelayanan birokrasi, yang otomatis akan “memancing” PLN untuk mau mengalirkan pasokan listriknya

Baca juga :  Antisipasi Aksi Unjuk Rasa Buruh di Kabupaten Bandung, Brimob Polda Jabar Siagakan 1 Kompi Pasukan PHH

Jika fokus pada masalah, kita akan mendapatkan masalah, dan cenderung hanya akan menyalahkan pihak lain, namun jika fokus pada solusi, maka solusi yang akan kita dapatkan

2.Undanglah “Orang Hebat”

“Saya ini bukan Supermen, tak mungkin dalam 3 tahun menjabat sebagai Bupati/Walikota semua permasalahan bisa selesai” Begitulah kira-kira ilustrasi dari jawaban seorang Kepala Daerah yang ditanya, mengapa sudah 3 tahun menjabat, tapi hampir belum tampak perubahan di daerahnya.

Justru karena kita bukan Supermen, maka kita membutuhkan bantuan “orang-orang hebat” di bidangnya untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di daerah kita. Pembaca, saya yakin Anda sudah membaca artikel saya sebelumnya tentang Kabupaten Bantaeng, Sulsel yang “ajaib” karena diantaranya buah Apel Washington, Apel Malang, Strawberry, Talas Jepang, bisa tumbuh dengan subur. Ternyata rahasianya, Sang Bupati, yaitu Prof Nurdin Abdullah, mengundang “orang hebat” dari Dinas Perkebunan Kota Batu, Malang, dan mengundang “orang hebat” ahli pertanian dari Jepang, agar buah-buahan tersebut bisa tumbuh di Bantaeng, hasilnya ? Bantaeng menjadi salah satu eksportir Apel Washington dan Talas Jepang satu-satunya di Indonesia

Undanglah “orang-orang hebat” dibidang IT, peternakan, pertanian, tata kota, arsitektur, geologi, konsultan pendidikan, konsultan SDM (motivator), ke Kota/Kabupaten kita, sehingga ilmu dan pengalaman mereka akan memperkaya cakrawala kita dalam mengurai aneka permasalahan yang ada, sehingga kita tidak perlu menjadi Supermen, dan tidak perlu sampai 2 periode, baru bisa mengetahui dan mengatasi semua permasalahan di daerah kita

3. Bentuklah Tim Hebat

Tugas utama seorang pemimpin adalah, memilih SDM yang tepat dan hebat, untuk membantunya dalam mewudujkan cita-citanya. Dalam hal ini Para Walikota/Bupati, harus memastikan bahwa seluruh Kepala SKPD/Badan/Bironyanya adalah orang-orang yang tepat (pekerja keras dan tidak berperilaku koruptif) dan hebat (memiliki inovasi, kreativitas, dan integritas yang tinggi).

Baca juga :  Kabupaten Bantaeng, Sulsel, “The Hidden Paradise” Buah Karya Bupati Yang Menguasai 5 Gaya Kepemimpinan Sejati

Karena suatu tim yang hebat, akan menghasilkan kinerja yang hebat. Maka selain melakukan penandatanganan pakta integritas kinerja kepada seluruh Kepala SKPD/Badan/Biro, maka sebaiknya para Kepala Daerah juga menerapkan reward and punishment yang tegas, sehingga dapat memastikan mereka “berlari” dalam merealisasikan target kerjanya. Lelang jabatan, adalah cara yang lumrah dijalani untuk menghasilkan pemimpin yang hebat, selain penilaian akuntabilitas yang dilakukan secara transparan, mintalah setiap Kepala SKPPD/Badan/Biro, untuk menetapkan target kerja yang tinggi namun realistis, dan bisa saling bersinergi dengan SKPD lainnya.

Bahkan Walikota Makassar, Dany Pomanto, membentuk Tim Pendamping Walikota, yang bertugas memperkuat jajaran SKPD nya, untuk memastikan agar setiap SKPD mendapatkan bimbingan dan asistensi yang tepat sasaran dalam mencapai target kerjanya.

4. Buatlah Rakyat Kaya

“Tugas seorang Kepala Daerah adalah membuat isi perut dan isi dompet rakyatnya penuh” Begitulah yang diucapkan oleh Basuki Tjahaya Purnama, atau yang akrab dipanggil Ahok. Ya, Gubernur DKI Jakarta ini, dengan penuh keyakinan yang mantap, selalu menekankan filosofi tersebut kepada jajarannya. Maksudnya, jika rakyat sejahtera apalagi bisa kaya, maka itulah keberhasilan dari seorang Kepala Daerah dan jajarannya. Artinya Sang Kepala Daerah, sudah pasti berhasil mengelola aparatur dan sistem pemerintahannya dengan baik, sehingga dapat mengakomodir seluruh kebutuhan rakyatnya dengan maksimal. Sudah pasti Sang Kepala Daerah yang berfilosofi tersebut, akan menciptakan layanan masyarakat yang cepat, murah (bahkan gratis) dan transparan. Pasti ia menyediakan kanal-kanal pengaduan bagi warganya yang mengeluh soal birokrasi yang lambat. Bisa dipastikan kebijakan-kebijakannya akan memudahkan, dan menyejahterakan rakyatnya, dan sudah pasti ia akan tegas dalam melawan korupsi di tubuh birokrasinya, karena yang harus diperkaya adalah rakyat. Dan jika rakyat bisa kaya, maka aparaturpun dengan sendirinya akan ikut kaya, ya tentu saja dengan cara yang halal dan tidak merugikan orang lain.

Baca juga :  Buka Rembug Tahunan, Arief Minta BKM Berikan Program Sesuai Kebutuhan

5.Buatlah Rakyat Bangga

Untuk mengetahui apakah seorang Kepala Daerah berhasil, ada cara yang sangat mudah. Bagaimanakah itu ? Hal itu bisa terjawab jika mayoritas warga mengatakan ; “Saya bangga memiliki Walikota/Bupati seperti beliau”
Jadi, semakin banyak masyarakat yang bangga terhadap kepemimpinan sang Walikota/Bupati, berarti semakin tinggi tingkat keberhasilan sang pemimpin dalam menyejahterakan rakyatnya. Sudah pasti kebijakan dan programnya pro rakyat. Sudah pasti taraf hidup masyarakat meningkat. Tapi jika mayoritas rakyatnya menjawab : “Saya menyesal dulu memilih Walikota/Bupati itu !” Maka hal sebaliknyalah yang kemungkinan besar terjadi pada masyarakat. Sudah pasti taraf hidup masyarakat menurun, akibat menurunnya kesejahteraan masyarakat. Maka buatlah rakyat kita bangga dengan diri mereka, bangga dengan pekerjaan mereka, bangga dengan lingkungan mereka, bangga dengan menyebut Anda sebagai Walikota/Bupatinya, karena Anda benar-benar berada di jalan yang tepat, dalam mengemban amanah rakyat.

Baiklah, semoga “5 Resep Ampuh” ini bisa bocor dan tersebar ke seluruh pelosok negeri ini, hingga kurang lebih 550 orang Gubernur, Walikota, dan Bupati mengetahuinya, memahaminya, dan mengimplementasikannya dengan maksimal, lahir-bathin. Agar Indonesia, dengan angka kemiskinan yang mencapai hampir 30 juta orang, angka pengangguran hampir 8 juta orang, dan pendapatan per kapita US$ 4,380, segera berubah menjadi “Negara Raksasa” yang dahsyat ! Dengan angka kemiskinan dibawah 3 juta orang, dan angka pengangguran dibawah 8 ratus ribu orang, serta pendapatan per kapita melonjak menjadi US$ $43, 850 mengalahkan “tetangga muda” kita, Malaysia, yang kini memiliki pendapatan perkapita US$ 14,603.

Kapankah masa itu akan datang ? Segera, Insya Allah tidak akan lama lagi ! Amin.

Hamry Gusman Zakaria
www.MotivasiIndonesia.co.id

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru