oleh

Pasokan Bom ISIS Berasal dari Perusahaan di 20 Negara

Jakarta, Kicaunews.com – Perusahaan dari sekitar 20 negara dikabarkan terlibat dalam menyediakan pasokan bom ke kelompok militan Islamic State (ISIS).

Penyelidikan yang dimandatkan oleh Uni Eropa itu menunjukkan sekitar 51 perusahaan dari negara termasuk Turki, Brasil dan Amerika Serikat (AS). Perusahaan-perusahaan itu menjual atau menerima lebih dari 700 komponen yang digunakan oleh ISIS untuk membuat bom rakitan.

Berdasarkan penyelidikan tersebut, pemerintah dan perusahaan yang dimaksud harus lebih ketat melacak aliran kabel, bahan kimia dan peralatan yang pada akhirnya berada di tangan ISIS.
“Bom rakitan sekarang diproduksi oleh kelompok militan yang menggunakan komponen industrial yang teregulasi. Selain itu, bom itu juga dibuat dari pupuk kimia dan telepon seluler yang tersedia dengan bebas,” ujar penyelidikan dari Conflict Armament Research (CAR), seperti dikutip Reuters, Kamis (25/2/2016).

Total 13 perusahaan Turki ditemukan terlibat dalam alur pasokan ini. Sementara tujuh perusahaan India juga secara tidak sadar menyediakan pasokan tersebut.

“Temuan ini mendukung kewaspadaan internasional bahwa ISIS di Irak dan Suriah, berupaya memperkuat diri. Mereka mendapatkan senjata dan peralatan strategis, seperti komponen bom rakitan dengan mudah,” tutur Direktur Eksekutif CAR James Bevan.

Alat-alat yang ditemukan ini diketahui amat mudah didapatkan dan tidak memerlukan izin pemerintah untuk diekspor. Alat itu juga tidak dijaga ketat, sepertinya transfer senjata

Metrotvnews.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru