Kemenristekdikti Lakukan Terobosan Mekanisme Pengembangan Riset di Indonesia

0
Bagikan :

Jakarta, Kicaunews.com – Kemenristekdikti melakukan terobosan baru bagi pengembangan riset di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam pelaksanaan riset, demikian keterangan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati saat Konfrensi Pers di Gedung D lantai 2 Senayan Jl. Jend Sudirman Jakarta, jum’at (19/2/16).

Dimyati melanjutkan terobosan baru teraebut adalah melalui adanya akun barang dengan perlakuan khusus untuk riset, mekanisne Block Grant dan adanya SBK (dengan klasifikasi Manuskrift, model, Publikasi Nasional, Publikasi Nasional Terakreditasi, Publikasi Internasional, Publikasi Internasional bereputasi, Riset berbasis inovasi berdasar tingkat kesiapan teknologi, dsb).

Dimyati menambahkan untuk pertanggungjawaban keuangan anggaran peneliti, Kemenristekdikti melakukan berbagai diskusi dengan instansi terkait untuk penyerdehanaan pertanggungjawaban anggaran penelitian ujarnya. Karenanya kemenristekdikti menyusun Rencana Induk Riset Nasional RIRN) sebagai panduan peta kerja teknis bagi seluruh pemangku kepentingan nasional khususnya terkait dengan anggaran.

Idealnya Indonesia membutuhkan 200.000 peneliti di berbagai bidang agar dapat bersaing dengan negara lain. Saat ini peneliti Indonesia yang terdaftar di LIPI hanya berkisar 8.000 orang dan 16.000 orang peneliti bekerja di perguruan tinggi. Jumlah peneliti tersebut tentu saja lebih kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia imbuhnya.

Sebagai perbandingan Belarusia negara kecil di Eropa memiliki 36 peneliti per 10.000 penduduk, sementara Indonesia satu peneliti per 10.000 penduduk. Pembelanjaan penelitian dan pengembangan Tiongkok mencapai 2 persen terhadap PDB sedangkan Indonesia kisaran 0,09 persen terhadap PDB pungkasnya. (Sunarto)

Editor : Rahmat Saleh

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*