oleh

Warga Kalijodo Merasa di Intimidasi Pemrpov DKI

Jakarta, Kicaunews.com – Kedatangan petugas kecamatan yang dikawal puluhan aparat TNI Polri membuat kawasan Kalijodo mencekam. Warga merasa diperlakukan seperti teroris yang melakukan perbuatan jahat.

Pemprov DKI diminta tidak mengedepankan cara-cara represif terkait rencana penertiban kawasan Kalijodo. “Kami itu bukan teroris. Bawa-bawa pasukan. Kami ini warga Jakarta, harus didengar juga suaranya,” kata warga Kalijodo, Amir kepada Metrotvnews.com, Kamis (18/2/2016).

Amir menceritakan, pekan lalu, Pemprov DKI membawa ratusan pasukan gabungan saat memberikan surat pemberitahuan terkait rencana penggusuran rumah warga. Cara itu, kata dia, bentuk intimidasi Pemrpov DKI.

“Minggu lalu, pemerintah bawa 250 pasukan buat kasih surat pemberitahuan. Kami kaget ada apa? Itu sama saja menekan warga. Sekarang layangkan SP1 (surat peringatan) bawa pasukan juga,” kata Amir.

Hari ini, Pemprov DKI melayangkan SP1. Warga diultimatum selama tujuh hari untuk mengosongkan rumah.

“Kenapa tidak diskusi dulu. Selama untuk kepentingan negara, kami pasti setuju. Tapi kalau sampai merebut hak-hak kami, ya kami berjuang, tidak bisa. Diskusi dulu lah. Jangan perlakukan kami seperti penjahat,” ujarnya.

metrotvnews.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru