Belasan Pelajar Terjaring Razia Saat Bolos Sekolah

0
Ilustrasi
Bagikan :

Depok,Kicaunews.com – Dinas Pendidikan bersama Polresta Depok menjaring belasan pelajar berseragam sekolah yang bolos dan bermain di warung internet di kawasan Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoranmas, Jumat 12 Februari 2016. Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila megatakan mendata sebanyak 15 pelajar berseragam sekolah di dua warnet. “Mereka bolos sekolah,” kata Herry.

Menurutnya, pelajar yang bolos sekolah sering kali main di warnet, tanpa sepengetahuan orang tua mereka. Untuk itu, setelah mereka dibawa, akan segera dipanggil orang tuanya. “Sekarang dikumpulkan di Satpol PP dulu pelajar yang terjaring.”

Setelah dikumpulkan, selain orang tua yang akan dipanggil, Dinas Pendidikan juga akan memanggil pihak sekolah agar membina mereka. Jangan sampai pelajar yang seharusnya sekolah menyia-nyiakan kesempatan. Mereka harus rajin belajar karena calon pemimpin di masa depan.

Dalam sidak ini, pihaknya juga menemukan pelajar yang membawa rokok, dan gantungan kunci berupa celurit. Ia berharap orang tua lebih mengawasi anak mereka. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyadarkan pemilik warnet dan pelajar yang suka membolos.

“Warnet tidak boleh buka 24 jam. Dan jangan hanya mengejar keuntungan saja,” ucapnya.
Selain itu, kejadian penculikan yang terjadi di Depok, salah satunya karena bujuk rayu bermain game oleh tersangka dan korbannya. Sehingga jangan sampai ada korban selanjutnya, terkait kasus penculikan. “Ini ada kaitannya. Sebab, pelaku kriminal juga mengincar anak-anak,” katanya.

Bahkan, para pelaku kejahatan sering mencari tempat berkumpul anak-anak, untuk mengincar mereka. Untuk itu, pemilik tempat usaha juga harus bisa mengantisipasi tindak kejahatan. “Jangan buka sampai 24 jam,” ucapnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Fitriawan menuturkan anggota Depok telah membuat Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika. Berdasarkan permintaan warga, dalam perda tersebut dimasukkan pembatasan jam buka-tutup warung Internet di Depok. “Tidak boleh 24 jam. Maksimal sampai pukul 23.00,” tutur Fitriawan. Ia mengatakan bakal mengevaluasi terus penggunaan Internet di Depok. Soalnya, Depok mempunyai program Cyber City.

Kapala Bagian Oprasional Polresta Depok Komisaris Agus Widodo mengatakan razia ini merupakan bentuk sinergitas dan tanggungjawab antara Disdik dengan kepolisian untuk melindungi pelajar di Depok. Tidak menutup kemungkinan, mereka menggunakan internet yang tidak sehat. “Boleh ke warnet tapi tidak bolos sekolah, dan gunakan secara sehat,” ucapnya.

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*