Jelang Akhir Liburan Imlek, Para Pengunjung Padati Pantai Ancol

0
Pengunjung Padati Pantai Ancol
Bagikan :

Jakarta, Kicaunews.com – Seperti tidak ingin menyia-nyiakan waktu libur panjang yang‎ tersisa, ribuan pengunjung kembali memadati sepanjang pesisir pantai Kawasan Wisata Terpadu Ancol Taman Impian, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Mereka memanfaatkan sepanjang areal terbuka yang ada di pinggir pantai untuk menggelar tikar dan makan bersama dengan anggota keluarga. Para pengunjung menyantap sejumlah hidangan yang sudah mereka siapkan sebelumnya dari rumah masing-masing.

Menurut hasil pengamatan Suara Pembaruan di lokasi, jumlah pengunjung yang mendatangi Ancol jumlahnya tidak sebanyak saat perayaan Tahun Baru pada awal Januari 2016 lalu.

Namun kepadatan kendaraan mobil pengujung nampak mengular dimulai dari depan Pantai Ancol Lagoon dari arah bundaran Apartemen Ancol menuju Mal ABC Ancol yang posisinya ada di sisi Timur kawasan tersebut.

‎Johan Hutabarat (38) warga Cengkareng‎, Jakarta Barat, mengatakan dirinya sengaja datang berlibur ke Ancol untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga tercinta.

“Kapan lagi kita ada waktu untuk bisa bersama-sama seperti ini, soalnya kalau di hari biasa (kerja) saya sampai di rumah sudah jam 8 malam, anak-anak pasti pada sudah siap-siap tidur. Jadi pas sedang libur seperti ini mereka menagih untuk berekreasi,” ujar Johan, Senin (8/2) sore di pinggir Pantai Ancol Lagoon.

Ia mengaku datang ke Ancol Taman Impian bersama 10 anggota keluarga lainnya menggunakan dua mobil pribadi dan sudah tiba di lokasi tersebut‎ sejak pukul 06.30 WIB pagi.

“Soalnya kalau lebih pagi pasti masih sepi dan jalan juga masih lengang, anak‎-anak juga lebih puas bisa seharian main pasir dan berenang di pinggir pantai,” tambahnya.

Ia mengaku menjadikan Ancol Taman Impian sebagai destinasi utamanya ‎untuk berlibur karena‎ selain harganya murah juga pengunjung bisa bebas menempati lokasi yang sudah ia tempati di pinggir pantai sepanjang hari.

“Jadinya lebih ekonomis, apalagi cuaca di sini juga sedang mendung tidak terlalu panas terik. Jadi bisa tiduran gelar tikar di bawah pohon kelapa sembari makan dan menunggu anak selesai berenang. Piknik ala pantai begitulah,” lanjut Johan.

Namun demikian ia meminta pihak pengelola Ancol Taman Impian untuk menambah jumlah petugas kebersihan di sepanjang area pantai agar sampah yang dibuang oleh para pengunjung tidak menumpuk dan merusak pemandangan.

Pengunjung lainnya, ‎Bagas Murdianto (34) warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, juga nampak asyik menggelar tikar di trotoar dekat bahu jalan di depan Pantai Lagoon Ancol.

Meski tidak menggelar tikar di areal pasir pinggir pantai, namun ia dan empat orang anggota keluarganya tampak lahap dan riang menyantap hidangan yang sudah disiapkan.

Ia mengaku lebih memilih kawasan wisata Ancol sebagai destinasi hiburan, karena biayanya jauh lebih murah dibandingkan berlibur di Pantai Pangandaran atau pesisir pantai menuju Pelabuhan Merak.

“Kapan lagi kita memanfaatkan hari libur, kalau hari kerja waktu kita sudah tersita untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarga. Makanya kami sengaja datang dan berlibur di Ancol. Jaraknya lebih dekat karena kami hanya perlu waktu 45 menit perjalanan,” kata Bagas.

‎Menurutnya, saat ini kondisi Ancol Taman Impian sudah jauh lebih baik bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Terutama dari area fasilitas rekreasi yang dibenahi di sepanjang pinggir pantai.

“Kalau kami datang ke Ancol yang kita incar bukan mengunjungi wahananya, tapi lebih bagaimana supaya bisa kebagian tempat di pinggir pantai untuk gelar tikar, cuman karena tadi baru sampai jam 11 siang jadi gak kebagian deh tempat yang dipinggir pantainya,” lanjutnya.

‎Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Sinan‎ (45), warga Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi yang datang bersama 13 anggota keluarganya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai manajer konstruksi ‎di perusahaan properti itu mengaku harga tiket masuk pintu masuk Ancol‎ termasuk murah dibandingkan dengan kawasan resor sejenis di daerah lainnya.

“Wajarlah harga segitu. Toh kita juga bisa sepuasnya menikmati kawasan pantainya. Cuma lebih bagus lagi kalau air di pantainya bisa dibuat berwarna biru jernih, jadi pengunjung yang datang lebih antusias,” kata Sinan.

Meski sebenarnya mampu untuk membeli makanan dan jajanan yang dijual di sepanjang pinggir pantai Ancol, namun pria yang berdomisili di Bekasi itu mengaku lebih memilih makanan yang telah disiapkan dari rumah.

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*