Anak-anak Tuna Netra Mahir Operasikan Komputer

0
Kemahiran Anak Anak Tuna Netra
Bagikan :

Jakarta, Kicaunews.com – Anak-anak Tuna Netra Mahir Mengetik, membuat tabel, browsing, sampai berkirim email juga bisa dilakukan anak-anak tuna netra. Bagaimana ya caranya?

Diungkapkan Suryo Pramono, salah satu pengajar komputer di Mitra Netra binaan CT Arsa Foundation, penggunaan perangkat komputer pada tuna netra mengandalkan screen reader (pembaca layar) dengan prinsip membacakan tiap teks yang ada di layar. Sehingga, apa yang diketikkan di layar.

Kemudian, tombol apa yang ditekan di keyboard akan diterjemahkan dalam bentuk suara. Seperti di Mitra Netra, pembelajaran komputer menggunakan perangkat yang umum alias tidak menggunakan huruf braille.

“Syaratnya memang anak harus bisa ngetik 10 jari dulu sehingga dia bisa menghafal navigasi dengan cepat. Nanti kalau udah hafal kadang menggunakan shortcut-shortcut gitu kan jadi gampang,” tutur Suryo ditemui di Mitra Netra, Jl Gunung Balong 2, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/)kemarin.
Untuk mengajar anak mengetik sepuluh jari, menurut Suryo sama seperti pada orang awam di mana jari tangan diarahkan ke huruf tertentu. Kemudian, anak ‘dipancing’ untuk mengetik hal-hal yang ia sukai, misalnya nama panjangnya.

“Kalau dia ketik namanya terus ada suaranya gitu kan anak senang,” ujarnya. Waktu belajar mengetik dengan sepuluh jari memang berbeda pada tiap anak. Rata-rata, butuh waktu tiga bulan sampai anak bisa mengetik dengan sepuluh jari. Jika sudah handal, mereka diajari membuat dokumen sampai tabel, browsing, membuat akun email dan mengirim email, sampai mencari video di Youtube.

“Pastinya susah-susah gampang ya mengajarkan anak. Tapi kalau tahu dia dari mulai nggak bisa sampe bisa internetan, kirim email, itu kebanggan tersendiri lho buat kita,” kata Suryo yang juga penyandang tuna netra dan sudah mengajar komputer di Mitra Netra sejak tahun 2006.

Dalam Festival Mitra Netra yang digelar hari ini, anak-anak unjuk kebolehan dalam mengoperasikan komputer. Mereka membuat tabel, mengetik namanya, sampai mencari video di youtube dan mengirim email pada Suryo. Pada anak yang low vision di mana mereka masih bisa melihat tetapi tidak terlalu jelas, biasanya mereka benar-benar cermat menatap hasil ketikannya di layar. Meskipun, mereka juga masih mengandalkan suara dari screen reader.

Dalam kesempatan itu, klien Mitra Netra bernama Andi Setiawan yang mengalami kebutaan di tahun 1989 juga berbagi cerita. Berkat pelatihan komputer yang ia terima dari Suryo dan rekannya Sugiyo, Andi bisa membuat blog yang mendukung usaha kateringnya. Setelah berjalan tiga tahun, usaha ‘The Pawon Catering’ Andi sudah bisa melayani 400-500 porsi makanan dalam paket harian.

“Yang saya ingin tekankan pada teman-teman, selalu semangat, tidak putus asa dan selalu berusaha apapun yang terjadi. Saya awalnya belajar komputer di sini, iseng bikin blog, bersyukur sekali lewat pengetahuan itu saya bisa mengembangkan usaha saya dan ibu saya,” tutur Andi.
Sumber : Detik.com

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*