Peduli Anak Bangsa, Gempa Berikan Penyuluhan Tentang Bahaya Narkotika

0
Salah Satu Peserta Saat Memampang Poster Kegiatan
Bagikan :

Tangsel, KicauNews.com.- Narkotika saat ini sudah menjadi masalah prioritas bangsa yang harus dihadapi bersama-sama maka dari itu berkembangnya komunitas para pegiat anti Narkoba musti direspon dan diapresiasi.

GEMPA (Gerakan Mahasiswa Peduli Anak Bangsa) dalam upaya pre entif mahasiswa memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang narkotika yang sudah masuk di lingkungan pendidikan dan seperti apa upaya hukum dari pelaku serta korbannya, pada hari Sabtu 23 Januari 2016 bertempat di Bupe Resto Serpong Tangerang Selatan (Tangsel) menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tangsel dan Isram Alva Edison SH.(Advokat), mengadakan Seminar Anti Narkotika dengan tema “Generasi Hebat, Generasi Bebas Narkoba” diikuti puluhan siswa dari perwakilan SLTA-SMK .

Ketua Umum GEMPA Athari Farhani juga mengajak rombongan Karang Taruna Kelurahan Lengkong Wetan , kepada  mereka di jelaskan tujuan dari acara ini adalah sebagai upaya menolak narkotika di dunia pendidikan dan upaya-upaya hukum dari para pelaku maupun korban narkotika. Sementara itu disela- sela sesi acara, Kepala BNNK Tangsel Heri Istu Hariono, S.Si., juga memaparkan, “bahwa dari 315 responden di tujuh Kecamatan yang ada di Tangsel hampir semua ada pengguna dan yang paling banyak di Kecamatan Pamulang dan Ciputat, untuk itu faktor kepedulian lingkungan dan keluarga sangat penting untuk mempersempit ruang gerak pengedar dengan cara mengadakan aksi-aksi seperti acara hari ini serta mendirikan Posko maupun pemasangan slogan Anti Narkoba.”. Kepala BNNK Tangsel dengan pangkat AKBP ini juga menuturkan di tahun 2016 baru 2 orang hingga jiwanya sakit yang masuk di panti rehabilitasi.

Disamping itu baru-baru ini di lingkungan pejabat Eselon II dalam tes urine 50 orang pegawai diketahui hasilnya negatif, tentunya kami juga mau konsekuen  dari 25 anggota lingkungan BNNK Tangsel, negatif juga.

Di lain tempat usai acara, Isram Alva Edison selain sebagai Ketua Gema Kosgoro Tangsel dalam acara ini mendapat kesempatan sebagai Narasumber dari konteks upaya hukum,perlu pendampingan bagi korban dan pelaku Narkoba. Dalam uraiannya,” berdasarkan Peraturan Bersama Tahun 2014, bahwa korban dari Narkoba mustinya direhabilitasi namun faktanya Penyidik Kepolisian malah menjerat pasal 111-112 padahal pasal-pasal ini seharusnya buat pelaku, artinya pentingnya memberikan akses informasi hukum dan pendampingan dari tingkat kepolisian hingga Pengadilan. (Sugeng / Tris )

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*