Tantangan Para Petinggi DPR

0
Bagikan :

Jakarta, Kicaunews.com – DPR kembali memulai aktivitas persidangan pada 11 Januari mendatang. Target bidang legislasi jauh panggang dari api. Diperparah oleh pelanggaran etika yang dilakukan unsur pimpinan DPR dan sejumlah anggotanya.

Mungkinkah dan bagaimana DPR bisa memperbaiki kinerjanya di tahun 2016 ini. Demikian disampaikan peneliti Forum Masyarakat Pemerhati Parlemen Indonesia (FORMAPPI) Lucius Karus dalam diskusi dengan topik “DPR 2016: Tantangan dan Peluang Kinerja” di kantor Formappi Jl. Matraman Raya Jakarta, Kamis (7/1/2016).

“Tantangan DPR muncul dari singgana pimpinan tertinggi DPR, ketua DPR Setya Novanto pada tanggal 17 Desember 2015 telah mengundurkan diri dari jabatannya. Tragedi perpecahan partai Golkar dan PPP. Perseturuan internal parpol -parpol ini jelas menghambat laju dan mutu kinerja DPR,” katanya

Lanjut Lucius dI bidang pengawasan hutang DPR juga menumpuk. Hanya 3 dari 40 panja yang memberi laporan final. Dibidang kode etik DPR ada hutang 20 kasus belum diputuskan.

DPR punya potensi untuk bangkit dari keterpurukan itu. Anggota DPR terisi oleh anggota-anggota yang mempunyai kualitas generik secara rata-rata berpendidikan tinggi dan membawa potensi bekerja keras, produktif serta dilengkapi dengan sifat dasar disiplin. Mencairnya pengkubuan politik dalam KIH dan KMP.

“Tantangan dapat diatasi dan peluang diaktualisasikan jika parpol-parpol membuktikan tanggung jawab konstitusional dalam mengemban mandat perwakilan politik untuk kepentingan dan aspirasi rakyat,” tandasnya.

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*